MENTAL HEALTH saat pandemi
MENTAL HEALTH SAAT PANDEMI COVID 19
Tahun 2020, tidak ada yang tahu kejadian apa yang akan terjadi di tahun ini, namun di awal tahun sudah di rasakan beberapa bencana, mulai banjir di saat malam tahun baru 2020, di susul kebakaran hebat di belahan dunia, konflik amerika iran dan banyak sebagainya, termasuk bencana yang mengguncang seluruh dunia saat ini.
Ya, virus corona. Diklaim virus corona ini ada karena lab bocor ataupun ada yang mengatakan war of biology, dan berasal dari kelelawar, kita tidak tahu kebenarannya. Virus ini pertama kali ditemukan di china pada akhir januari 2020 hingga saat ini oktober 2020, hingga sampai kapan kita tak tahu, dunia masih kewalahan menangani pandemic global seperti ini.
Di awal beredarnya virus corona di china, manusia di negara lain masih tenang dan tidak menghiraukannya, dimana ini juga kemungkinan antisipasi kita diawal dulu agar virus corona tidak begitu banyak menjangkit dunia seperti sekarang. Kini virus corona sudah menjangkit 34.7 juta warga dunia dengan 1.03 juta yang gugur per 3 oktober 2020.
Dikarenakan virus ini cepat sekali menyebar ke manusia dan melewati droplet, seperti air liur, nafas, bersin, dan lainnya, kini dunia telah berubah dalam menjalani kehidupan, kita masih di fase yang seharusnya sangat membatasi kehidupan normal sebelumnya, berkumpul di tempat rame, berganti pola kehidupan, lebih banyak dirumah, dan sebagainya.
Semakin tingginya angka positif covid, berbagai sektor kehidupan juga berubah, banyak negara dunia yang memberlakukan lockdown nasional dan merelakan ekonominnya demi menekan angka penyebaran, tak terkecuali Indonesia, yang tidak memilih lockdown tapi Pembatasan Sosial Berskala Besar. Negara kita sangat kewalahan jika di suruh memilih mengedapankan ekonomi atau kesehatan, keduanya tidak dapat diduakan, dan melihat negara kita masih berkembang.
Berbagai lini kehidupan juga berubah, tak terkecuali pendidikan dan pekerjaan yang harus tetap berjalan walau sempat terhenti beberapa bulan, dengan sistem online dan menghindari bertatap muka,hal ini telah berlangsung selama lebih dari 1 semester, bagi sebagian orang akan sangat membosankan, tertekan, menjadi beban, dan masalah kesehatan mental lainnya.
Selain kewajiban kita untuk menjaga kesehatan fisik dengan berolahraga di rumah, makanan yang sehat, lingkungan yang bersih dan sehat, kita juga harus mementingkan kesehatan mental kita, ketakutan mental kita bisa saja karena kita ketakutan akan terkena virus ini dan ketakutan dengan keberadaan keluarga kita yang lain, ataupun teman kita.
Bisa saja kita juga terganggu mentalnya karena kita merasa kesepian dan kurang hiburan diluar rumah yang biasanya kita jalankan, dan juga berkurangnya kebutuhan hidup kita ataupun tempat kerja kita juga melakukan istirahat, serta informasi tentang covid yang tidak bersumber yang sama.
Terdapat beberapa golongan usia yang dapat mengalami gangguan mental seperti saat ini, walau tidak menutup kemungkinan semua manusia juga mengalami gangguan mental karena covid ini, tapi golongan ini juga lebih menggalaminya, seperti :
1. Lansia
2.anak anak
3. Orang tua
4. Pemerintah
Tapi kenapa mereka lebih terganggu? Karena Tekanan yang berlangsung selama pandemi ini dapat menyebabkan gangguan berupa:
1.Ketakutan dan kecemasan yang berlebihan akan keselamatan diri sendiri maupun orang-orang terdekat
2.Perubahan pola tidur dan pola makan
3.Bosan dan stres karena terus-menerus berada di rumah, terutama pada anak-anak
4.Sulit berkonsentrasi
5.Penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan
6.Memburuknya kesehatan fisik, terutama pada penderita penyakit kronis, seperti diabetes dan hipertensi
7. Orang tua harus bekerja ekstra dan sebagai guru dirumah, jika anaknya tidak memahami tugas yang diberikan secara daring
Namun apa yang dapat kita upayakan agar dapat menanggani masalah kesehatan mental di saat pandemic seperti ini?
1. Berolahraga ringan
Walaupun berolahraga tetap dirumah yaa, bisa kita melakan lompat tali, cardio, pemanasan ringan dan lainnya,
2. Mengonsumsi makanan sehat
Di saat pandemi seperti ini,kita seharusnya memakan makanan yang sehat dan bergizi untuk meningktakan imun kita juga.
3. Berkebun dan memasak dirumah
Kegiatan ini pasti sangat seru dan membuat anda tidak terpikirkan beban lainnya dan merasa terefreshing, kita juga dapat mengajak anak atau keluarga kita melakukan bersama dirumah.
4. Buat jadwal dan rutinitas baru dirumah dengan keluarga
Selama dirumah aja, kita seharusnya memulai aktifitas baru dengan keluarga dan kita bisa berdiskusi lebih lama, dan merasa lebih enjoy dirumah selama karantina, juga mengerjakan pr bersama.
5. Tetap berkomunikasi yaa
Walau dirumah saja, kita dapat mengurangi pertemuan dan tetap menjalin silaturahmi dengan cara virtual atau memanfaatkan teknologi yang ada, agar tetap berhubungan walau tidak secara langsung
Dan itulah cara kita melawan gangguan kesehatan mental yang bisa dialami semua orang saat pandemi, tetap sehat dan dirumah aja ya....
Kemas nizar, cluster 34, adhikara 58, bk.desain interior, universitas brawijaya
Mengutip dari laman kompas

Komentar
Posting Komentar